Saya yakin banyak dari Anda para CIO dan Manajer TI sedang menghadapi dilema besar terkait Modernisasi Legacy System. Situasinya pasti terasa serba salah, bukan? Di satu sisi, sistem lama ini adalah “tulang punggung” perusahaan yang menyimpan harta karun berupa data operasional puluhan tahun.
Namun di sisi lain, ia terasa lambat, kaku, dan seolah menolak “berjabat tangan” dengan teknologi baru. Kabar baiknya, Anda tidak perlu lagi memilih jalan ekstrem tersebut. Kini hadir jalan tengah yang jauh lebih cerdas: memanfaatkan Low-Code Platform.
Anggaplah ini sebagai renovasi modern tanpa merusak struktur asli bangunan. Dengan pendekatan ini, Anda bisa memoles sistem lama menjadi infrastruktur yang lincah tanpa harus menghancurkannya.
Dalam artikel ini, kita akan membedah bagaimana pendekatan low-code memungkinkan Anda menyulap ERP jadul menjadi sistem yang agile dan siap tempur hanya dalam waktu 3 bulan. Penasaran bagaimana caranya? Mari kita selami lebih dalam.
Mengapa Legacy System Menjadi “Jangkar” Bisnis Anda?
Banyak perusahaan besar masih bergantung pada sistem ERP yang dibangun 15 atau 20 tahun yang lalu. Meskipun sistem ini stabil, mereka sering kali tidak memiliki antarmuka yang ramah pengguna, tidak mendukung mobilitas (tidak bisa diakses via smartphone), dan sangat sulit untuk dikustomisasi.
Secara metaforis, sistem legacy ini ibarat jangkar raksasa berkarat yang menahan laju kapal pesiar mewah di tengah samudra. Mesin kapal (bisnis Anda) ingin melaju kencang mengejar peluang pasar, namun jangkar tersebut (sistem lama) membuatnya tetap tertahan di tempat yang sama.
Masalah utama yang sering muncul meliputi:
- Silo Data: Data terkunci dalam sistem dan sulit diakses oleh aplikasi lain untuk analitik real-time.
- Biaya Pemeliharaan Tinggi: Mencari developer yang menguasai bahasa pemrograman kuno (seperti COBOL atau versi lama Java/ .NET) semakin sulit dan mahal.
- Shadow IT: Karena tim IT lambat merespons permintaan perubahan, departemen bisnis sering kali membeli solusi SaaS sendiri tanpa pengawasan, menciptakan risiko keamanan.
Kebangkitan Low-Code: Akselerator Transformasi Digital
Low-Code Development Platform (LCDP) adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang membutuhkan sedikit atau bahkan tanpa pengkodean manual untuk membangun aplikasi dan proses.
Menggunakan antarmuka visual dengan logika drag-and-drop, platform ini memungkinkan pengembang—dan bahkan pengguna bisnis (citizen developers)—untuk membuat aplikasi dengan kecepatan eksponensial.
Menurut laporan dari Gartner, diperkirakan pada tahun 2025, 70% dari aplikasi baru yang dikembangkan oleh perusahaan akan menggunakan teknologi low-code atau no-code, naik drastis dari kurang dari 25% pada tahun 2020. Data ini menunjukkan pergeseran masif dalam cara industri memandang pengembangan perangkat lunak.
Mengapa low-code sangat cocok untuk modernisasi legacy system? Karena low-code tidak mengharuskan Anda membuang sistem lama. Sebaliknya, platform ini bertindak sebagai lapisan orkestrasi yang “membungkus” sistem lama Anda, memperpanjang usia pakainya, dan menambahkan fungsionalitas modern di atasnya.
Roadmap 3 Bulan: Dari Kaku Menjadi Lincah
Bagaimana mungkin modernisasi yang biasanya memakan waktu tahunan bisa dipersingkat menjadi satu kuartal? Kuncinya adalah fokus pada antarmuka, integrasi, dan otomatisasi, bukan pada penulisan ulang kode inti (core code).
Berikut adalah strategi taktis 3 bulan yang dapat Anda terapkan:
Bulan 1: Penilaian, Integrasi API, dan Quick Wins
Langkah pertama bukanlah membongkar database, melainkan membangun jembatan. Fokus bulan pertama adalah membuat data legacy dapat diakses.
- Ekspos Data via API: Gunakan fitur integrasi bawaan pada Low-Code Platform untuk terhubung ke database SQL lama atau melalui web service yang sudah ada. Platform modern biasanya memiliki konektor siap pakai untuk SAP, Oracle, Microsoft Dynamics, hingga legacy databases.
- Identifikasi “Pain Point” Terbesar: Jangan mencoba memperbaiki semuanya sekaligus. Pilih satu proses yang paling menyakitkan bagi pengguna. Misalnya, proses persetujuan (approval) Purchase Order (PO) yang mengharuskan manajer login ke ERP via desktop di kantor.
- Bangun Antarmuka Web/Mobile (UI Wrapper): Buat aplikasi sederhana menggunakan low-code yang menarik data PO dari ERP, menampilkannya di layar HP manajer, dan membiarkan mereka menekan tombol “Setujui”.
Di akhir bulan pertama, Anda sudah memiliki satu fitur fungsional yang modern, yang memberikan dampak psikologis positif (“Quick Win”) bagi organisasi.
Bulan 2: Otomatisasi Alur Kerja (Workflow Automation)
Setelah data terhubung, bulan kedua difokuskan pada logika bisnis. Sistem legacy sering kali kaku dalam hal alur kerja.
- Digitalisasi Proses Manual: Banyak proses di sekitar ERP lama masih menggunakan kertas atau Excel. Pindahkan proses ini ke dalam aplikasi low-code.
- Logic Cross-Platform: Gunakan low-code untuk menggabungkan data dari ERP dengan sumber lain (misalnya CRM atau HRIS). Contoh: Saat tim sales menutup kesepakatan di CRM, aplikasi low-code secara otomatis memicu pembuatan invoice di sistem ERP lama tanpa input manual ganda.
- Pengujian Pengguna (UAT): Libatkan pengguna bisnis secara intensif. Keunggulan low-code adalah kemudahan revisi. Jika pengguna tidak suka dengan letak tombol atau alur, Anda bisa mengubahnya saat itu juga (real-time modification).
Bulan 3: Skalabilitas, Keamanan, dan Deployment
Bulan terakhir adalah tentang memastikan sistem kokoh dan siap digunakan secara luas.
- Penerapan Role-Based Access Control (RBAC): Pastikan aplikasi modern Anda mematuhi standar keamanan perusahaan. Low-code platform kelas enterprise umumnya sudah memiliki fitur keamanan standar industri (ISO 27001, SOC 2).
- Optimasi Performa: Pastikan koneksi antara aplikasi low-code dan legacy system tidak membebani server lama. Lakukan caching data jika diperlukan.
- Pelatihan dan Peluncuran: Karena antarmuka yang dibangun dengan low-code biasanya sangat intuitif (mirip aplikasi konsumen sehari-hari), pelatihan yang dibutuhkan jauh lebih minimal dibandingkan pelatihan ERP tradisional.
Manfaat Strategis Pendekatan Ini
Mengambil rute modernisasi parsial dengan low-code memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan dibandingkan proyek re-platforming total:
- Mitigasi Risiko: Anda tidak menyentuh kode inti sistem legacy yang kompleks dan rapuh. Jika aplikasi low-code bermasalah, operasional inti di backend tetap berjalan aman.
- Penghematan Biaya (Cost Efficiency): Anda tidak perlu membayar lisensi ERP baru yang mahal atau menyewa konsultan implementasi selama bertahun-tahun.
- Agilitas Bisnis: Perubahan kebutuhan pasar bisa direspon dalam hitungan hari, bukan bulan. Tim IT tidak lagi menjadi penghambat, melainkan enabler inovasi.
- Peningkatan Pengalaman Pengguna (UX): Karyawan milenial dan Gen Z menuntut alat kerja yang secepat dan semudah aplikasi media sosial mereka. Low-code memungkinkan Anda memberikan pengalaman tersebut tanpa mengganti mesin di belakangnya.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Meskipun terdengar ideal, implementasi low-code bukan tanpa tantangan. Salah satu risiko terbesar adalah tata kelola (governance). Kemudahan membuat aplikasi bisa memicu menjamurnya aplikasi tanpa standar yang jelas jika tidak diawasi oleh tim IT pusat.
Oleh karena itu, kolaborasi antara tim TI dan pengguna bisnis sangat krusial. Tim TI harus berperan sebagai penjaga gawang yang menyediakan infrastruktur, keamanan, dan standar integrasi, sementara pengguna bisnis diberikan kebebasan berkreasi di dalam batasan aman tersebut (sandbox).
Kesimpulan: Saatnya Bergerak Cepat
Modernisasi sistem bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan hidup. Menunggu anggaran besar dan waktu bertahun-tahun untuk mengganti sistem ERP jadul adalah strategi yang berisiko di pasar yang volatil saat ini.
Dengan memanfaatkan kekuatan Low-Code Platform, perusahaan Anda dapat melakukan lompatan teknologi dalam waktu 3 bulan memperpanjang usia sistem lama sembari memberikan pengalaman digital modern bagi pengguna.
Jangan biarkan sistem lama menahan potensi pertumbuhan bisnis Anda. Mulailah perjalanan transformasi digital yang taktis, cepat, dan terukur sekarang juga. Jika Anda membutuhkan mitra strategis untuk memandu implementasi teknologi ini dengan praktik terbaik industri, SOLTIUS siap membantu Anda merancang dan mengeksekusi solusi modernisasi yang tepat sasaran.